| Add caption |
Kamis, 14 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Hal-hal kecil? Adakah hal-hal kecil itu? Sekuntum bunga Edelweis yang
tumbuh di lereng gunung mungkin hal kecil yang remeh bagi penduduk
sekitar. Namun tidak bagi pendaki yang memetik dan memajangnya di
meja sebagai cendera kebesaran petualangannya yang gagah berani.
Dan hal-hal besar? Adakah hal-hal besar itu? Persoalan patah hati bagi
seorang gadis mungkin hal terberat yang membuatnya hilang kesadaran.
Namun tidak bagi pasangan yang telah menempuh perjalanan hidup yang
panjang berliku. Seberapa besarkah hal kecil? Dan, seberapa kecilkah hal
besar? Di manakah letak alat ukur nilai besar dan kecil?
Semua itu berada dalam alam pikiran anda. Besar, kecil, penting, atau
sepelenya suatu hal sebanding dengan seberapa besar dan kecilnya "keaku-
an" anda memandang. Apa yang ada di hadapan ini melintas apa
adanya. Bila anda melihatnya secara apa adanya, maka tak perlu ada
kecemasan, ketakutan atau bahkan keinginan untuk sebuah kehormatan.
***************************************************************
Tahukah Anda
Sheik Shakhbut bekas pemimpin Abu Dhabi, adalah salah satu dari
beberapa pemimpin Arab yang mendapat rejeki nomplok saat
ditemukannya sumber minyak di jazirah Arab. Namun penduduk Abu
Dhabi selalu merasa heran, karena walaupun minyak telah disedot
sedemikian banyaknya, uang yang dihasilkan dari penjualan minyak bumi
itu tidak kelihatan 'jejaknya'.
Maka terjadilah perebutan kekuasaan, dan Sheik Shakhbut dapat
digulingkan dari kekuasaannya. Selanjutnya, sebuah komisi dibentuk untuk
mencari kemana perginya uang hasil minyak Abu Dhabi. Dari istana
kerajaan terbongkarlah sebagian misteri ke mana 'perginya' uang-uang
itu.
Selama pemerintahannya Sheik Shakhbut telah menyembunyikan uanguang
hasil penjualan minyak itu di seluruh bagian istananya, mulai dari di
bawah kasur, lemari, karpet dan tempat-tempat lain. Sulit untuk dihitung
berapa banyak yang disembunyikan Sheik Shakhbut, namun sebagai
gambaran saja. terdapat kira-kira uang kertas senilai 2 Juta Dollar yang
telah rusak dimakan tikus...
***************************************************************
Terus Berkarya
Terus Berkarya.
Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan
anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa anda tak akan
pernah bisa berhenti. Meski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak
anda mengelilingi matahari. Maka. bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah.
Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi
kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari anda.
Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka
lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat.
Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu.
Alam telah mengajarkan ini;Jangan berhenti berkarya, atau anda segera
menjadi tua dan tak berguna.
Tahukah Anda '
Di usia 25 tahun, ia dipecat dari ketentaraan, selain itu ia telah
dipermalukan, patah semangat, tanpa harapan, tanpa uang. Di ujung
semua itu, berniat bunuh diri dengan meloncat dari sebuah jembatan.
Namun sebelum niat tersebut terjadi, seorang teman datang dan
membujuknya untuk membatalkan niat tersebut. Sang pemuda pun
membatalkan bunuh diri, dan memulai hidup baru.
Hanya dalam waktu setahun setelah rencana bunuh diri itu. ia berhasil
meniti kembali karir militernya yang telah hancur, dan berhasil menjadi
jenderal termuda dalam Dinas Ketentaraan Perancis. Kemenangan besar
dapat dicapainya justru saat ia memimpin prajurit-prajurit lelah yang
kelaparan (dimasa inilah ia berkata "prajurit berjalan di atas perutnya"). Di
kemudian hari ia menaklukkan seluruh Eropa daratan, la adalah
Napoleon Bonaparte.
Logo Design by FlamingText.com
Selasa, 12 November 2013
Dalam menghadapi kehidupan ini, kita sering merasa hidup
begitu
menekan dan sulit. Berbagai pekerjaan membuat kita
melewati hari demi
hari dalam stres yang tak berkeputusan. Berbagai masalah
membuat kita
tak mampu lagi melihat hal-hal yang indah dan menarik
dalam hidup.
Bahkan kadangkala ada juga orang yang begitu putus asa
sehingga
mencoba mengakhiri hidupnya sendiri. Kalaupun tidak
seekstrim itu,
banyak orang menjadi seperti robot. Melewati hari demi
hari dalam
rutinitas. Tanpa gairah, tanpa semangat, tanpa harapan.
Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk
tetap
melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak
pernah berhenti
berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan
langkah-langkah
yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini membuktikan
bahwa hidup
manusia itu berharga karena didalamnya terkandung
nilai-nilai yang
diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.
Hidup sangat berharga. Bahwa kita yang hidup tahu bahwa
kita akan mati
sementara orang mati tidak dapat berbuat apa-apa. Ini
menunjukkan
bahwa hidup menjadi berharga karena kita melakukan
sesuatu; berbuat
sesuatu seperti untuk menikmati segala hal dalam hidup
ini dengan
sukacita dan kita juga senantiasa hidup dalam kebenaran
dan keadilan,
dengan tetap menjaga hidup kerohanian kita.
Semua hal ini memberi penjelasan kepada kita, bahwa
keindahan hidup
tidak diukur dari panjang pendeknya umur, tidak juga
diukur dari kaya
miskinnya orang, tetapi dari bagaimana ia mengisi
hidupnya.
Hidup menjadi berarti jika kita mengisinya dengan kerja
dan usaha tentang
hal hal yang baik. Yang paling penting dari semua itu
adalah meskipun
hidup ini siasia. tetapi hidup ini adalah pemberian
Tuhan. Maka selama kita
hidup nikmatilah hidup kita dengan kerja, sukacita dan
harapan. Hanya
dengan demikian kita dapat menemukan keindahan hidup,
pendek atau
panjang umur kita. Kita dapat menikmati keindahan hidup,
kaya atau
miskin keadaan kita. Karena hidup adalah Anugerah.
Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk
tetap
melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak
pernah berhenti
berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan
langkah-langkah
yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini membuktikan
bahwa hidup
manusia itu berharga karena di dalamnya terkandung
nilai-nilai yang
diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.
Langganan:
Postingan (Atom)
